On Air
Good Morning Youngsters
Home
  • Home
  • Newsbeat
  • Auretté and The Polska Seeking Carnival Rilis Album Kedua

Auretté and The Polska Seeking Carnival Rilis Album Kedua

2 January 2019 Newsbeat


Pada 25 Desember 2015 grup band beraliran folk pop asal Yogyakarta, Auretté and The Polska Seeking Carnival atau AATPSC merilis album kedua bertajuk ‘Bloom.’

Album ini dinamai ‘Bloom’ yang secara harfiah dapat diartikan “mekar”, sebagai representasi sebuah perubahan atau transformasi yang terjadi baik dari segi musikal maupun personel AATPSC. Secara personal, sejak terbentuk pada 2012 silam hingga sekarang, setiap personel band telah mengalami banyak perubahan dalam hidup mereka. Sementara dari segi musik, ‘Bloom’ mengalami perubahan yang drastis dan sangat berbeda dengan album self titled pertama AATPSC yang dirilis pada 2013 silam.

Perubahan musikalitas ‘Bloom’ dapat dilihat dari segi musik dan lirik. Jika dalam album pertama Self Titled AATPSC banyak menggunakan instrumen akustik dan lirik lagu berbahasa Inggris, pada album ‘Bloom’ yang berisi 12 lagu ini AATPSC banyak menambahkan instrumen elektronik dan sampling elektronik, serta menggunakan lirik berbahasa Indonesia dalam beberapa lagu.

Selain mengisahkan proses transformasi personal AATPSC, 12 lagu dalam ‘Bloom’ berkisah tentang kehidupan sekitar. Single pertama bertajuk “Rinai Hujan” berkisah tentang seseorang yang bersedih dan merasa sendu di kala berdiri di tengah hujan, ia mengharapkan seseorang menemuinya dan mengajaknya berteduh.

Sementara dalam “Lullaby (Wondering Why)” AATPSC menjabarkan hubungan antara manusia dan Tuhan. “On The Shore” secara sureal menggambarkan sepasang kekasih yang tengah berjalan di pantai. AATPSC juga menyoroti persoalan sosial dalam lagu “Melerai Lara”, lagu ini menyoroti kaum transgender yang seringnya masih mendapat diskriminasi di tengah masyarakat.

Lagu “Tamasya” menjabarkan para manusia yang suka bertamasya, namun terkadang baik sengaja atau tidak sengaja merusak alam sekitar. AATPSC juga menyoroti masalah kesehatan mental/jiwa dalam lagu “The Bell Jar.”

Di album ini AATPSC juga berkolaborasi dengan beberapa musisi lain. Misalnya dalam lagu “The Bell Jar”, Gardika Gigih bermain piano dan membuat reverse sampling, dan YK Brass Ensemble mengisi departemen brass section atau alat tiup besi.

Related Post


, , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

29 − 25 =