On Air
Good Morning Youngsters
Home
  • Home
  • Lifestyle
  • Bagaimana Pasangan Bisa Langgeng Sampai Kakek Nenek?

Bagaimana Pasangan Bisa Langgeng Sampai Kakek Nenek?

15 February 2018 Lifestyle


Tanpa kita sadar, kita punya perasaan khusus sama orang lain dan selalu pengen ada di dekatnya.
Ini adalah perasaan normal yang sebenarnya dituntun sama otak. Ya, otak juga berperan dalam menangani cinta.

Saat kita sedang jatuh cinta, sebenarnya otak sedang dibanjiri bahan kimia yang bikin kita merasa bahagia yang disebut dopamin.
Hal ini dibuktikan Antropolog Biologi, Helen Fisher, yang memindai 100 otak orang saat sedang jatuh cinta. Ia menemukan, saat manusia sedang jatuh cinta maka ada bagian otak yang melepaskan dopamin, zat kimia yang memicu perasaan bahagia, rasa percaya diri, dan juga motivasi.

Ia menjelaskan meski seks berhubungan dengan cinta, tapi kedua hal tersebut berbeda. Ada orang yang jatuh cinta dulu baru kemudian muncul keinginan seksual, ada yang berhubungan seksual kemudian punya ikatan emosi, ada pula yang berhubungan seksual tanpa cinta sama sekali.

Ia berkata ketika orang sedang jatuh cinta mereka sebenarnya masih bisa melihat kekurangan dari pasangan, tapi otak mengabaikannya. Cinta mematikan bagian otak di belakang dahi yang disebut korteks prefontal. Bagian ini terlibat dalam pemikiran kritis dan pengambilan keputusan.

Nah, pas kita berfokus sama orang lain maka bakal terjadi aktivasi ekstra dopamin. Meski begitu, penelitian yang dilakukan oleh seorang psikolog klinis dari Chicago, Mona Fishbane, justru menemukan kalau gairah cinta cuma bisa bertahan selama satu sampai dua tahun. Hal ini pun disetujui oleh ahli lain.

Lalu gimana dengan kakek nenek yang selalu bersama sampai di usia senja mereka? Fisher mengatakan pada pasangan yang berpuluh tahun terus bersama memiliki pola aktivasi otak yang menarik. Pemindaian otak menunjukkan kalau mereka sangat berempati, mampu mengendalikan stres dan emosi, dan juga mampu mengabaikan hal negatif dan fokus pada hal yang positif.

“Jika Anda juga ingin memiliki hubungan awet hingga berpuluh tahun, Anda memerlukan sikap empati, menonjolkan yang positif, dan bisa mengendalikan stres,” kata Fisher.

Sedangkan untuk memicu sistem otak untuk terus jatuh cinta, Fisher menyarankan pasangan untuk melakukan hal baru bersama, seperti pergi ke tempat baru, liburan, dan melakukan aktivitas yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Hal ini bisa memicu melepaskan dopamin dan membantu mempertahankan hubungan yang romantis.

Selain itu, sentuhan fisik juga bisa memicu melepaskan oksitosin yang menyebabkan tumbuhnya ikatan.

“Pertahankan perasaan cinta, pertahankan perasaan tertarik, pertahankan pikiran positif, kendalikan emosi diri sendiri, berempati, dan katakan hal-hal baik kepada pasangan. Itulah yang diminta otak Anda,” katanya.

Fishbane yang fokus meneliti hubungan yang langgeng mengungkapkan kalau ada neurobiologi berbeda di sistem otak pasangan yang langgeng sampai tua. Saat salah satu pasangan sedang memberikan kritik keras yang bisa memicu respon fight or flight, yaitu reaksi fisiologis maupun psikologis ketika seseorang menghadapi bahaya yang mengancam dirinya, maka hormon stres membanjiri Amigdala (bagian otak yang berperan melakukan pengolahan terhadap reaksi emosi seperti rasa takut, red).

“Bila hal seperti itu terjadi pada pasangan, mungkin setelah itu akan muncul rasa canggung karena tidak tahu apa yang diinginkan dan tidak tahu bagaimana kembali membuat senang pasangannya. Maka strategi yang dilakukan adalah menarik diri atau mundur dari hubungan,” kata Fishbane.

“Saat amigdala diaktifkan, maka akan mematikan daerah otak yang dapat merenung dan bijaksana. Sehingga akan jauh lebih mudah tersulut emosi daripada menenangkan diri,” sambungnya.

Dari hal tersebut, menurut Fishbane kunci untuk mempertahankan hubungan biar langgeng adalah menonaktifkan emosi tersebut. Dibanding mengkritik pasangan, dia menyarankan lebih baik menanyakan apa yang salah dan berkata jujur kepada pasangan.

Related Post


, , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 + 2 =