Home
  • Home
  • Lifestyle
  • Bantu Kurangi Risiko Penyakit Kardiovaskular Dengan Mangga

Bantu Kurangi Risiko Penyakit Kardiovaskular Dengan Mangga

18 June 2018 Lifestyle


Riset nemuin kalau mengonsumsi mangga baik buat kesehatan jantung dan perut wanita lanjut usia. Peneliti mengklaim konsumsi dua porsi mangga sehari punya efek positif pada tekanan darah sistolik pada wanita pascamenopause. Menurut riset, konsumsi mangga bisa membantu mengendurkan pembuluh darah cuma dalam waktu dua jam. Dilansir dari Express, riset dilakukan oleh peneliti dari University of California. Riset menunjukan adanya perubahan positif pada subjek penelitian dalam produksi metane pada sistem pernapasan. Produksi metane adalah indikator penting pada proses fermentasi usus.

“Ini adalah riset pertama yang menunjukkan efek positif dari asupan mangga pada pembuluh darah manusia,” ucap Robert Hackman, sebagai pemimpin riset.

“Temuan didasarkan pada penelitian hewan dan sel sebelumnya yang menunjukkan manfaat potensial dari mangga untuk meningkatkan kesehatan,” tambahnya.

Mangga mengandung campuran polifenol, termasuk mangiferin, quercetin, gallotannins, dan asam galat . Riset menunjukkan kalau semua zat tersebut sangat bermanfaat buat ngejaga kesehatan. Riset ini dilakukan dengan meneliti 24 wanita pascamenopause yang sedang dalam kondisi sehat. Semua peserta dalam riset diminta untuk mengonsumsi mangga sebanyak dua porsi selama 14 hari. Mangga ataulfo atau mangga madu, dipilih dalam riset ini karena punya kandungan konsentrasi polifenol yang tinggi. Setelah 14 hari makan mangga, para peserta riset melanjutkan diet normal mereka sehari-hari dan menghilangkan asupan mangga selama 13 hari. Dalam riset ini, peneliti juga mengukur denyut jantung dan tekanan darah, sampel darah dan napas, untuk mengevaluasi kesehatan usus setiap peserta. Saat awal penelitian, tekanan darah setiap peserta nggak punya perbedaan yang signifikan. Tapi, setelah mengonsumsi mangga, tekanan darah sistolik peserta jadi lebih rendah cuma dalam dua jam setelah mengonsumsi mangga. Para peneliti juga menemukan adanya penurunan tekanan nadi secara signifikan dua jam setelah konsumsi mangga.

Tekanan darah sistolik, angka atas dalam pembacaan tekanan darah, menunjukkan seberapa besar tekanan darah kita terhadap dinding arteri saat jantung berdetak. Tekanan nadi adalah perbedaan antara sistolik dan diastolik (angka bawah) dalam pembacaan tekanan darah, yang bisa digunakan sebagai indikator kesehatan jantung. Tingkat pernapasan hidrogen dan metana diukur, yang mencerminkan jumlah gas yang dihasilkan karena fermentasi mikroba di saluran usus. Menurut Dr Hackman, selaku pemimpin riset, beberapa peserta riset menghasilkan hidrogen, beberapa menghasilkan metana, dan sisanya menghasilkan gas lain atau kombinasi kedua gas tersebut. Sementara itu, enam dari 24 peserta menghasilkan metana. Makanya, periset menyimpulkan mangga adalah buah yang bisa membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

Related Post


, , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 4 = 5