Home

Dampak Positif Dan Negatif Perkembangan Teknologi

14 June 2017 Lifestyle


Every coin has it’s own two sides. Begitu juga dengan teknologi. Di satu sisi, fungsinya sangat dibutuhkan. Tapi di sisi lain, banyak juga orang yang ngerasain nggak enaknya. Apa iya revolusi harus selalu “makan korban” sebelum berhasil?

TEKNOLOGI NUKLIR
Sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Chernobyl Ukraina, meledak dibulan April 1986. Kejadian itu menewaskan sekitar 30 orang (dan lebih dari 15.000 orang lagi seminggu berikutnya), juga bikin 135.000 orang harus dievakuasi karena tingginya tingkat kontaminasi nuklir di daerah itu. Nggak cuma itu, gara-gara radiasinya sekitar 2.000 anak-anak terpaksa “dealing with” kanker tiroid dan ribuan orang lainnya sakit parah. Awan radioaktifnya bahkan menyebar ke banyak bagian di Eropa. Tragedi Chernobyl langsung dianggap sebagai kecelakaan nuklir terburuk di dunia. Sama kayak bom atom milik Amerika Serikat, “The Little Boy” dan “The Fat Man” yang ngebuat Hiroshima dan Nagasaki rata dengan tanah dulu. Sekarang, yang lagi rame diributin adalah masalah senjata nuklir yang terang-terangan diproduksi oleh beberapa negara kayak Korea Utara. Penggunaan yang salah itu disayangkan banget karena sebenernya nuklir diciptakan sebagai salah satu sumber energi untuk mengatasi krisis bahan bakar.

Untuk saat ini, nuklir banyak dipake buat pembangkit tenaga listrik karena efisien. Tapi nggak semua negara boleh punya teknologi ini, diliat dari kesiapan negara itu sendiri, mengingat penanganannya harus extra extra cermat dan disiplin. Emang sih masih banyak masyarakat yang meragukan keamanan nuklir karena selain menimbulkan radiasi, teknologi ini juga menghasilkan limbah radioaktif. Tapi dunia juga punya Badan Energi Atom Internasional, salah satu organisasi PBB yang mengkordinir pemakaian nuklir untuk tujuan damai. Mereka bilang, nuklir itu sebenernya sumber energi ramah lingkungan karena nggak menghasilkan efek rumah kaca dan pemanasan global. Jadi secara nggak langsung, nuklir juga bisa mencegah kerusakan lingkungan. Selain untuk tenaga listrik, nuklir juga memproduksi panas untuk rumah-rumah dan industri dan memproduksi radioisotop yang biasa dipake para scientists untuk penelitian.

TEKNOLOGI INDUSTRI
Salah satu dampak negatif dari kemajuan teknologi dibidang transportasi dan industri adalah global warming. Ramenya jenis kendaraan bermotor makin memperparah polusi udara yang akhirnya ikut memperparah global warming. Belom lagi kemacetan jalan, krisis BBM dan berbagai kecelakaan kereta api dan pesawat terbang. Ada lagi transportasi untuk keperluan khusus kayak Stealth. Pesawat super canggih milik Amerika Serikat itu didesain khusus buat menjatuhkan bom saat perang! Waktu Perang Teluk tahun 1991, Stealth pernah “tanpa sengaja” salah sasaran dan akhirnya menewaskan 400-an warga sipil Irak yang lagi berlindung (paling banyak korbannya perempuan dan anak-anak. Waduh, radarnya yang kurang canggih apa human error nih?

On the other side, transportasi jelas sangat penting buat mobilitas kita. Sederet dampak negatif-nya nggak ngebuat industri transportasi mandeg. Malah makin banyak yang berusaha menyempurnakan sistem yang udah ada. Contohnya dengan memproduksi biodiesel sebagai energi alternatif bahan bakar yang ramah lingkungan, atau dengan mobil hybrid, standar mobil ramah lingkungan yang nggak mengeluarkan CO (karbondioksida) sebagai hasil pembakarnya.

Teknologi pesawat terbang pun makin berkembang dan sanggup ngebawa kita ke ujung dunia lebih cepat. Bahkan pesawat-pesawat tempur militer pun punya dampak positif. Negara-negara yang punya pesawat militer canggih, dianggap punya tingkat keamanan yang baik. Kondisi ini bisa mengundang kepercayaan investor buat menanamkan modal asing hingga membangkitkan perekonomian negara.

TEKNOLOGI INFORMASI
Pesatnya perkembangan internet, bikin kita nggak ngebatesin informasi yang masuk. Akibatnya? Anak-anak dibawah usia 15 tahun rata-rata udah pernah nge-klik website porno! Selain itu, internet juga bisa bikin repot dengan adanya cyber crime kayak “carding” alias shopping via internet pake kode kartu kredit curian, atau serangan virus dan para hackers. Ditambah sekarang lagi maraknya Malware Wannacry. Satu jenis virus aja, mampu “menginfeksi” jutaan komputer di dunia dalam hitungan menit! Belom lagi tayangan-tayangan TV dan video games yang memicu tindakan agresif dan kriminalitas. Dunia serasa bukan lagi tempat yang aman untuk hidup. Pernah denger soal Tragedi Columbine yang terjadi tahun 1999 di Colorado, AS? Tragedi itu ngetop banget karena dua pelajar menembak mati 14 orang temen dan satu orang gurunya di SMA Columbine (setelah itu mereka berdua bunuh diri). Atas kejadian itu, para orang tua di sana langsung “menyalahkan” tayangan-tayangan kekerasan di TV. Tragedi kayak gitu nggak cuma ada di Columbine, tapi juga terjadi di belahan dunia yang lain.

Tapi mau gimana lagi? Era globalisasi “memaksa” kita jadi masyarakat media. Internet dan media massa udah jadi kebutuhan wajib. Semua orang dari semua bidang butuh teknologi yang satu ini. Mulai dari pebisnis, militer, sampe anak sekolahan. Bayangin deh, tanpa internet, mau nyari bahan buat tugas sekolah/kuliah aja kita bakal mesti buka ensiklopedi segede-gede gaban. Kalo pake internet kan tinggal klik! Jarak beribu-ribu mil juga terjembatani dengan cepet dan murah. Begitupun TV dan media lainnya yang selain bersifat menghibur juga memudahkan kita mengakses informasi.

MORE…

Tadi itu cuma sedikit contoh dari dampak-dampak teknologi yang dirasain warga dunia. Di luar sana lebih banyak lagi. Misalnya, zaman serba mesin kayak sekarang juga punya side effect yang mengkhawatirkan, yaitu pengangguran! Di saat sumber daya manusia tergantikan sama mesin-mesin atau robot canggih, produktivitas manusiapun jadi terancam. Maksudnya sih emang buat efisiensi, tapi pengangguran bisa jadi masalah gawat apalagi buat negara-negara berkembang atau negara dunia ketiga kayak Indonesia.

Jadi kesimpulannya apa dong? Well, however, perkembangan teknologi dan segala dampaknya adalah hal yang nggak bisa kita hindari. Kalo diperhatiin sih, perkembangan teknologi sebenernya menuntut manusia buat lebih dewasa dan bijaksana dalam bertindak. Teknologi bisa sangat bermanfaat in the right hands and could be so destructive in the wrong hands. Tapi jangan khawatir, karena bakal selalu ada pihak yang mengembangkan teknologi buat mengatasi dampak negatif dari teknologi itu sendiri.

(Visited 1,579 times, 118 visits today)

Related Post


, , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 + 1 =