Home
  • Home
  • Newsbeat
  • Jogja Street Sculpture Project (JSSP) #2 Siap Digelar

Jogja Street Sculpture Project (JSSP) #2 Siap Digelar

15 September 2017 Newsbeat


Sebagai kota yang salah satunya dikenal karena kegiatan berkeseniannya yang tinggi, Kali ini Jogja Street Sculpture Project (JSSP) yang ke-2 siap digelar di Yogyakarta. Pada gelaran kedua kali ini, JSSP akan hadir di kawasan Niew Wijk, sebuah kawasan warisan kolonial yang sekarang benama Kotabaru. Kotabaru dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan dalam semangat untuk menengok kembali sejarah dan meraba visi kolonial yang utopis tentang kota masa depan. Untuk JSSP 2017 tema ‘Jogjatopia’ dipilih sebagai tajuk event ini.

Sebagai sebuah projek seni yang menyasar ruang publik, JSSP 2017 akan menyelenggarakan seminar terbuka untuk memberikan dasar pijakan dan sosialisasi informasi bagi para seniman dan masyarakat yang terkait dengan gagasan-gagasan yang melandasi tema besar JSSP 2017 ‘Jogjatopia’. Menengok ulang sejarah, posisi seni patung, dan menyisir fenomena faktual ruang publik dalam skala pembacaan kota yang komplek, seminar ini akan berfokus pada spektrum pembacaan tentang Kota, Seni Patung, dan Sejarah Kawasan, dengan kawasan Kotabaru sebagai studi kasus.

Dalam seminar ini akan dihadirkan pembicara-pembicara yang kompeten dalam bidangnya, diantaranya adalah:
Drs. Umar Priyono, M.Pd, selaku Kepala Dinas Kebudayaan yang akan menyampaikan bagaimana bentuk-bentuk kebijakan Dinas Kebudayaan yang berkaitan dengan pengembangan kawasan kota, serta mekanisme partisipasi warga dalam kebijakan tersebut. Beliau juga akan menyampaikan inisiasi terkait pendirian BPKCB (Badan Pengelola Kawasan Cagar Budaya) untuk kawasan Kotabaru.

Drs. Anusapati, MFA, selaku Ketua Asosiasi Pematung Indonesia (API) yang akan memaparkan tentang dinamika seni patung publik dan perkembangan kawasan kota, gagasan dilahirkannya Jogja Street Sculpture Project (JSSP), serta konteks kehadiran JSSP dengan peran partisipatif publik yang diharapkan.

Dr.Ing Greg Wuryanto, M.Arch, selaku chief curator JSSP 2017, yang akan menyampaikan gagasan utama dalam JSSP 2017 ‘Jogjatopia’ terkait dengan pemilihan Kotabaru sebagai lokasi penyelenggaraan, menggunakan pendekatan kajian arsitektural, seni ruang publik dan pengembangan kawasan.

Dr. Farabi Faqih, sejarawan, yang akan menyampaikan bagaimana sejarah dinamika ekonomi politik Indonesia, yang mendasari dibangunnya kawasan Kotabaru masa lalu.

Achmad Charis Zubair, selaku aktivis kawasan cagar budaya yang akan menyampaikan pengalaman beliau dalam menggerakkan BPKCB sebagai percontohan pengelolaan cagar budaya di Indonesia, dalam studi kasus kawasan Kotagede yang menjadi ruang gerak beliau selama ini.

Seminar ini nantinya akan dipandu oleh Kuss Indarto, kurator, selaku moderator acara.

Seminar terbuka yang akan menjadi kegiatan awal gelaran Jogja Street Sculpture (JSSP) 2017 ‘Jogjatopia’ akan diselenggarakan pada Kamis, 14 September 2017, pukul 10.00 – 16.00 wib, di Eks Gedung KONI (Sono Budoyo), Jl. Trikora No.4 Yogyakarta. Beriring acara ini pula akan diselenggarakan pameran karya maket patung dari para pematung peserta JSSP yang akan diproyeksikan untuk JSSP 2017 ‘Jogjatopia’ pada bulan Oktober 2017 nanti.

(Visited 113 times, 8 visits today)

Related Post


, , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

93 − = 83