Home

Kenapa Saat Lapar Kita Jadi Gampang Marah?

3 January 2019 Lifestyle


Lapar memang bisa bikin orang jadi cepat marah dan kesal. Nggak jarang pada akhirnya bikin lebih gampang melakukan tindakan kekerasan, kriminal, atau mengucapkan kata kasar.

Ada banyak kasus yang membuktikan hal ini. Salah satunya adalah kasus pemukulan mahasiswi yang sedang salat di sebuah masjid di Samarinda, Kalimantan Timur. Dia dipukul seorang pria yang ingin mencuri tas karena lapar.

Apa yang terjadi di tubuh sehingga lapar bisa bikin seseorang gampang marah atau bersikap kasar?

Kondisi marah atau kasar karena lapar dikenal dengan istilah hangry (hungry dan angry).

Mengutip Independent, ada psikologi yang mendasari terjadinya hangry. Karbohidrat, protein, dan lemak dalam semua makanan yang kita santap bakal diubah jadi gula sederhana (glukosa), asam amino, dan asam lemak bebas. Nutrisi ini yang bakal masuk ke dalam aliran darah ketika didistribusikan ke organ dan jaringan tissue yang digunakan untuk energi.

Setelah lewat beberapa saat dari waktu makan, jumlah nutrisi-nutrisi yang disirkulasikan ke dalam aliran tubuh mulai turun. Ketika kadar gula darah turun terlalu drastis, otak bakal menganggap kondisi ini sebagai kondisi yang mengancam kehidupan.

“Otak membutuhkan bahan bakar untuk meregulasi emosi. Dan kemarahan adalah emosi yang paling sulit diatur orang,” kata Brad Bushman, profesor psikologi di Ohio State University,” dikutip dari Time.

Otak bekerja dengan ‘bahan bakar’ glukosa. “Otak adalah organ yang paling manja.” Soalnya, meski otak cuma memiliki berat dua persen dari total berat badan, tapi dia mengambil 20-30 persen energi dari yang kita makan.

Kekurangan glukosa bakal bikin kita jadi sulit konsentrasi, ucapan kacau, dan bikn beberapa kesalahan aneh.

Selain penurunan konsentrasi glukosa darah, hangry juga bisa terjadi karena adanya respons kontra-regulasi glukosa.

Ketika kadar glukosa darah turun ke batas tertentu, otak kita mengirimkan instruksi ke beberapa organ untuk menyintesis dan melepaskan hormon yang meningkatkan glukosa dalam darah.

Ada empat hormon yang diperintahkan untuk meningkatkan glukosa, yaitu hormon pertumbuhan dari hipofisis, glukagon dari pankreas, adrenalin, dan kortisol.

Dua hormon terakhir, adrenalin dan kortisol sendiri diketahui juga sebagai hormon stres.

Bushman mengatakan juga kalau kemarahan dan makanan bisa dianalogikan sebagai sebuah evolusi.

“Jika ada binatang dan sedang kelaparan, maka mereka butuh makanan untuk bertahan hidup,” ucapnya.

“Jadi itu alami kalau Anda merasa cemas terganggu, dan mudah tersinggung sampai Anda bisa memenuhi kebutuhan itu.”

Related Post


, , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 + 5 =