Home

Psikosomatik, Cemas Berlebih Yang Bikin Sakit Fisik

2 October 2018 Lifestyle


Kamu pernah merasakan mual, atau jantung berdebar, tapi setelah diperiksa ke dokter, nggak ada problem kesehatan yang terganggu. Pernah mengalami hal seperti ini? Kalau iya, bisa jadi apa yang kamu rasakan adalah gangguan psikosomatik. Pikiran bisa berpengaruh pada tubuh. Pikiran bisa menyebabkan gejala-gejala fisik seperti jantung berdebar-debar, saat kita merasa takut. Gangguan psikosomatik adalah kondisi jiwa yang berpengaruh terhadap fisik. Sebagian besar gangguan psikosomatik ini melibatkan pikiran dan tubuh. Bagaimana kita bereaksi terhadap penyakit dan bagaimana kita mengatasi itu sangat bervariasi dari orang ke orang.

Misalnya, ruam psoriasis mungkin buat kita nggak mengganggu, Tapi buat beberapa orang hal ini bikin mereka tertekan dan sangat mengganggu. Faktor mental juga mempengaruhi beberapa titik di tubuh. Misalnya merasakan sesak dan sakit dada, tapi secara fisik nggak ditemukan adanya indikasi gangguan di jantung atau paru-paru. Umumnya penderita psikosomatik berusia muda, dan didominasi wanita. Pemicunya adalah stres. Sebagai contoh, ketika merasa cemas dan stres, detak jantung jadi cepat, berdebar, merasa sakit (mual), tremor, berkeringat, mulut kering, sakit dada, sakit kepala, sakit perut dan napas jadi cepat. Ketika kita cemas, gejala fisik meningkat akibat meningkatnya aktivitas impuls saraf yang dikirim dari otak ke berbagai bagian tubuh, dan adanya pelepasan adrenalin ke dalam aliran darah. Otak mungkin bisa mempengaruhi sel-sel tertentu dari sistem kekebalan tubuh, yang menyebabkan penyakit.

Biasanya, dokter juga bakal mempertimbangkan faktor-faktor mental dan sosial yang mungkin mempengaruhi timbulnya penyakit. Oleh karena itu, dalam mengatasi masalah psikis, kita perlu menjaga kondisi mental. Hindari stres, buat pikiran tenang, atasi rasa cemas, hindari depresi, dan selalu berpikiran positif. Penyakit yang bersifat psikosomatik Sampai batas tertentu, kebanyakan penyakit bersifat psikosomatik – yang melibatkan pikiran dan tubuh. Ada aspek mental untuk setiap penyakit fisik yang muncul. Bisa juga ada efek fisik dari penyakit mental. Misalnya, penyakit mental yang kita alami menyebabkan nggak nafsu makan, nggak merawat diri sendiri yang menimbulkan masalah fisik. Istilah gangguan psikosomatik terutama digunakan untuk “penyakit fisik yang diduga dan disebabkan oleh faktor mental”. Beberapa penyakit dianggap sangat rentan diperburuk oleh faktor mental, di antaranya sakit maag, eksim, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Beberapa orang juga menggunakan istilah gangguan psikosomatik ketika faktor mental menyebabkan gejala fisik, tetapi nggak ada penyakit fisik. Misalnya, nyeri dada dapat disebabkan oleh stres dan nggak ada penyakit fisik yang bisa ditemukan.

Pikiran mempengaruhi fisik Pikiran bisa menyebabkan gejala fisik. Misalnya, ketika kita takut atau cemas kita sering merasa:
– Denyut jantung cepat atau jantung berdebar-debar
– Merasa mual
– Gemetar (tremor).
– Berkeringat.
– Mulut kering.
– Sakit dada.
– Sakit kepala.
– Pernapasan susah diatur

Gejala-gejala fisik ini disebabkan oleh peningkatan aktivitas impuls saraf yang dikirim dari otak ke berbagai bagian tubuh dan pelepasan adrenalin (epinefrin) ke dalam aliran darah ketika cemas/khawatir. Perawatan untuk meredakan stres, kecemasan, dan depresi bisa membantu kalau hal-hal dianggap berkontribusi terhadap penyakit fisik kita.

Related Post


, , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

86 − 83 =