Home

Rajin Makan Tomat Sehatkan Paru – Paru

10 August 2018 Lifestyle


Meski sudah dinyatakan sebagai bagian dari sayur, tapi masih banyak orang yang beranggapan kalau tomat adalah buah. Tapi sekarang kita nggak usah bicara soal buah atau sayur, tapi yang pasti tomat berbentuknya bulat, berwarna merah dengan daun hijau yang ada di bagian atasnya ini punya banyak manfaat kesehatan. Cantik bentuknya ini paling tidak sesuai sama segudang manfaat yang dimiliki tomat. Mulai dari menurunkan risiko kanker hingga memperbaiki sistem imun tubuh.

Sekarang, manfaat buah merah itu bertambah kaya setelah para peneliti menemukan kalau tomat juga punya kemampuan untuk memperbaiki kerusakan paru-paru akibat merokok. Penelitian itu dilakukan oleh John Hopkins Bloomberg School of Public Health in Baltimore. Penelitian yang dipublikasikan dalam European Respiratory Journal ini menyebutkan kalau konsumsi tomat berkaitan sama risiko rendah penurunan fungsi paru-paru akibat merokok. Para peneliti menganggap hal itu menggambarkan bahwa tomat mampu memperbaiki kerusakan paru-paru para mantan perokok.

“Penelitian ini menunjukkan bahwa tomat dapat memperbaiki kerusakan paru-paru pada orang-orang yang baru berhenti merokok,” kata Vanessa Garcia-Larsen sebagai asisten profesor di Bloomberg School Department of International Health.

Untuk menemukan hasil ini, studi mengikutsertakan sebanyak 650 orang yang diteliti selama lebih dari 10 tahun, dimulai sejak tahun 2002 lalu. Para peserta yang berasal dari Jerman, Norwegia, dan Inggris ini dikasih kuesioner tentang pola makan dan asupan nutrisi keseluruhan, dan menjalankan tes paru-paru.

Nggak cuma itu, para peneliti mengontrol faktor-faktor seperti usia, tinggi, jenis kelamin, indeks masa tubuh, status soial-ekonomi, aktivitas fisik, dan asupan energi. Lalu, mereka mengulang tes yang sama setelah sepuluh tahun setelahnya. Disebutkan, mereka yang mengonsumsi lebih dari dua buah tomat dalam sehari, dilaporkan lebih rendah untuk berisiko mengalami penurunan fungsi paru-paru. Penelitian ini bermula dari pemikiran berbasis data yang menyebutkan kalau sekitar 26,5 juta orang dewasa di AS terbiasa merokok yang berujung pada 480.000 kematian per tahun. Setiap tahun, sekitar 55,4 persen dari semua perokok dewasa memutuskan untuk berhenti merokok. Secara signifikan, hal itu jelas menurunkan risiko beragam jenis penyakit paru-paru serta kematian dini.

Kesehatan paru-paru setelah berhenti merokok terus jadi topik yang menarik perhatian, baik para mantan perokok ataupun para ilmuwan. Konon, kondisi paru-paru mulai membaik setelah seseorang berhenti merokok. Meski demikian, berhenti merokok saja nggak sepenuhnya menghapus risiko pengembangan penyakit paru-paru. Penelitian sebelumnya yang dipublikasikan sama The BMJ menyebutkan kalau buah-buahan dan sayur-mayur bisa menurunkan risiko COPD pada perokok aktif atau mantan perokok. Faktanya, setiap porsi harian ekstra dikaitkan sama risiko yang lebih rendah 4-8 persen.

Related Post


, , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 + 1 =